Uncategorized

Dugaan Korupsi JPS Kemenaker di Banyumas, Batik Tuntut Kejari Purwokerto Profesional dan Transparan

Banyumas – Aliansi Banyumas Anti Korupsi (Batik) mengirimkan surat kepada kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto, Senin (12/4/2021)

Surat bernomor 02/A/Batik/IV/2021 meminta Kejari Purwokerto transparan , memberi kejelasan penegakkan hukum, dan keadilan dalam penanganan dugaan perkara korupsi program JPS dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia

“Surat yang kami kirimkan ke Kejari Purwokerto, ditembuskan di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, serta Kejaksaan Agung di Jakarta. Tujuannya supaya Kejati dan Kejagung ikut mengawasi proses yang dijalankan Kejari Purwokerto, ” kata Koordinator Aliansi Batik, Anang Supratikno, S.H kepada fokusbanyumas.id

Menurutnya, Kejari Purwokerto harus dapat mengungkap semua yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi program JPS Kemenaker. Lebih lanjut, Anang menekankan, penepatan tersangka jangan berhenti hanya pada AM dan MT, usut sampai aktor intelektualnya. Dia juga menyayangkan sampai hari ini Kejari Purwokerto tak kunjung menahan kedua tersangka.

“Tersangka maling ayam saja langsung ditahan. Masa ini kasus dugaan penyelewengan dana sampai Rp 2,12 Milyar, tersangkanya belum ditahan. Kalau tidak segera ditahan ini seperti mencederai asas keadilan.” ucapanya.

Anang menanmbahkan, Aliansi Batik meminta kepada Kejari Purwokerto untuk profesional dan transparan dalam mengungkap aliran dana JPS kemenaker

“Lakukan penegakan hukum yang tegas, jelas, dan tidak tebang pilih dalam memeriksa semua pihak yang diduga terlibat termasuk Bunda Melon. Sehingga kepastian hukum, keadilan dan persamaan di muka hukum,” tandasnya.

Sumber : https://fokusbanyumas.id/

About the author

puskomedia

Add Comment

Click here to post a comment